Newsletter subscribe

Ekspose

Industri Otomotif Nasional Itu Telah Digaungkan Oleh Presiden Soeharto

Posted: August 27, 2018 at 2:27 am   /   by   /   comments (19)

Proyek industri otomotif nasional sebelumnya telah dimulai pada pemerintahan HM. Soeharto. Namun, gempuran dan hantaman krisis moneter 1997 dan krisis politik di tahun 1998 memupus mimpi bangsa Indonesia untuk memiliki Motor dan Mobil Nasional.

Dimulainya konsep membuat sepeda motor buatan lokal dengan merk sendiri yang kelak akan disebut sebagai SMI yang merupakan singkatan dari Sepeda Motor Indonesia ada di sekitar tahun 1995 dan 1996. Prototype motor ini mengambil mesin 1 silinder 4 tak dari motor Honda.

Kegerahan dari Menteri Perindustrian saat itu karena tak kunjung datangnya transfer teknologi, Tungki Ariwibowo yang mendapat perintah dari Presiden kemudian mengirim surat ke Honda Motor Company di Jepang untuk membantu penyediaan mesin dalam rangka transfer teknologi. Honda melalui Federal Motor (ATPM motor Honda saat itu) yang kelak berganti nama menjadi Astra Honda Motor (AHM) memenuhi permintaan pemerintah Indonesia dengan mengirimkan mesin tipe MCB 100 untuk proyek SMI.

Mesin dengan kapasitas 97 cc dengan 1 silinder 4 tak berpendingin udara dengan, konon sama persis dengan mesin yang dipakai oleh motor bebek Honda jaman itu seperti Astra dan Supra.

Di bawah naungan PT Federal Motor (sekarang AHM),,para anak bangsa membuat prototype sepeda motor Indonesia yang kemudian diberi nama Expressa, diusulkan oleh dari presiden Soeharto. Expressa merupakan singkatan dari Expresi Bangsa atau Expresi Anak Bangsa.

Desain SMI Expressa ini menganut model motor bebek ayam jago yang baru populer lagi setelah munculnya Suzuki Satria FU 150 beberapa tahun kemudian. Shockbreaker depan motor ini mirip motor laki yang penuh sampai keatas begitu juga dengan lampu seinnya yang terpisah dengan lampu utama dibagian depan dan belakang. Motor ini memakai kopling ganda yang umum ditemui pada motor bebek komuter jaman dulu. Untuk pengeremannya, motor ini masih mengandalkan rem teromol baik didepan maupun belakang. Walau desain keseluruhan mirip motor bebek, namun tangki bensin motor ini konon berada dibawah stang depan yang posisinya mirip dengan motor laki dengan bentuk tangki membulat berukuran kecil.

SMI Expressa ini belum sempat dijual ke masyarakat Indonesia karena proyek SMI ini harus terbengkalai akibat krisis moneter 1998 serta ketidak stabilan politik di Indonesia saat itu. Walau gagal meluncur, tapi presiden Soeharto sempat meresmikan prototype SMI Expressa.

(disadur dari mobilmotorlama.com)

Comments (19)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

  • September 14, 2018 at 1:06 am Ali

    Kita tunggu kehadirannya kembali

    Reply
  • October 6, 2018 at 12:46 pm Abdur rohim

    Saya anak bangsa Indonesia sangat setuju gagasan tersebut dilanjutkan di bisa bersaing sehat dengan produk produk motor lainnya seperti Yamaha Honda Zusuki dll.. Dan saya sangat mendukung

    Reply
  • October 6, 2018 at 8:34 pm Andi Nasrul

    Jika memang berniat memberikan bermanfaat bagi bangsa ini dan semoga gagasan yang pernah dibuat bisa dilanjutkan

    Reply
  • October 7, 2018 at 8:37 pm Darmawan

    Sebetulnya industri otomotif sudah pernah berjalan dimasan kepresidenan Pak Suharto tp akhirnya hilang lg
    Mudah2an sekarang bisa bangkit lg
    Sy melihat sudah banyak anak2 Bangsa ini yg pinter2 tp mungkin hanya masaalah kesempatan aja yg belum datang
    Mudah2an Mas Tomy Suharto bisa membangkitkan lg otomotif dalam negri kita
    Aamiiin

    Reply
  • October 15, 2018 at 2:30 am Hadi Susiarto

    Saya sangat setuju jika impian di hidupkan lagi

    Reply
  • October 16, 2018 at 1:08 am Ningram

    Bagus jika ada motor nasional. Aku cinta produksi nasional sendiri walau masih impor bahannya. Semoga nanti Indonesia bisa memproduksi sendiri. Amin

    Reply
  • October 16, 2018 at 5:29 pm Syaparudin

    Sangat setuju…masak Peswat saja kita bisa bikin….giliran motor kagak bisa…weleh weleh…..

    Reply
  • October 16, 2018 at 11:47 pm Helmi alek

    Sy pikir bagus ya’ muda”han pemerintah mau melanjutkan program ini’ sy kan salah satu pencinta “produk”tanah air..jadi sangat setuju’dan berharap apa yg dimulai Oleh almarhum bpk H SOEHARTO bisa dilanjutkan ..Aamiin..

    Reply
  • October 18, 2018 at 6:50 am Simpshone Bancin

    Ayo..Indoneaia jangan kalah dengan Negara lainnya..salah satunya Negara India, India bisa memproduksi Bajay/Pulsar..kenapa Indoneaia tidak…??!!
    Semoga mendapat perhatian dri pemerintah dan mensupport perkembangan Industri, terlebih industri motor bikinan/ciptaan negeri sendiri.

    Reply
  • October 22, 2018 at 12:53 am Nofi Eka Putra

    Saya harap bisa di lanjut kan lagi diera skrng dan lebih disempurnakan lagi

    Reply
  • October 22, 2018 at 3:15 am Ayi sutaryana

    Teruskan cita cita nya

    Reply
  • October 22, 2018 at 10:45 pm Saldy

    Semua teknologi otomotif indonesia skrg ini mmg sdh dirancang di era soeharto dan br bisa disempurnakan serta diluncurkan di era setelah presiden soeharto

    Reply
  • December 4, 2018 at 11:09 am Rama

    Berita ini memberika dukungan untuk kubu yg mana??

    Reply
  • December 5, 2018 at 1:16 am widodo

    Tentunya saya sangat bangga apabila industri mobnas bisa bener2 terwujud..semoga indonesia biisa lebih maju dibidang industri khususnya otomotif..

    Reply
  • December 10, 2018 at 8:08 am Wacca

    Insa allah bisa dikenalkan kembali inovasi yg sempat terhenti..

    Reply
  • December 16, 2018 at 2:44 am Rudy Sutadi

    Jika memang ini utk kemajuan bangsa dan negara.. Kenapa tidak, harus di lanjutkan

    Reply
  • December 21, 2018 at 10:45 pm Uswatun hasanah

    Jika memang bergua Saya anak bangsa Indonesia sangat setuju gagasan tersebut dilanjutkan di bisa bersaing sehat dengan produk produk motor lainnya

    Reply
  • December 21, 2018 at 11:03 pm Andi

    Saya setuju dengan ide untuk mewujudkan kembali program tersebut, yang mana bisa menjadi wadah bagi penerus bangsa dalam meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Semoga dengan adanya perwujudan program ini kembali bisa menjadi puing awal dalam mensejahterakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Reply
  • January 1, 2019 at 6:13 am Mulyono

    Pak Harto bapak Pembangunan..

    Reply